Workshop Dinas Penerangan TNI AU Yogyakarta


Pada hari Rabu, 27 maret 2019, Dinas penerangan TNI AU Yogyakarta mengadakan workshop pendidikan peningkatan kesadaran bela negara pekerja media tingkat nasional dengan tema membangun sumber daya manusia dengan disiplin nasional di museum pusat TNI AU Dirgantara Mandala Yogyakarta.
Acara ini, di hadirin olah mentri komunikasi dan informasi bapak Rudiantara, Gubernur Yogyakarta dan bupati, panglima TNI serta rektor dan kepala universitas.
Selain itu, kadispen Au Marsma TNI Ir.Novyan Samyoga,M.M juga mendomontrasikan dengan prototype inovasi mengenai Museum Dirgantara Yogyakarta, beliau memprototype kan AR Dirgantara yang akan memunculkan sejarah sejarah penerbangan dalam bentuk 3D , Diorama hologram dan game Virtual Reality yang menggunakan sensor gerak. Inovasi tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat yang berkunjung ke Museum Dirgantara ini lebih mengetahui mengenai sejarah-sejarah penerbangan dan lebih mudah dipahami oleh pengunjung yang mayoritas anak-anak.


Masda TNI Yadi Indrayadi.S.,M.S.S. Bela negara adalah suatu aksi dan reaksi masyarakat indosnesia dalam membela negara. Baik dari ancaman militer ataupun non militer, serta serangan syber dari dalam atau luar negri agar setiap warga tenang dan nyaman dalam hidup berbangsa dan bernegara.

Prof. Satya Arinanto, S. H., M.H. mengatakan membangun nilainilai bela negara melalu jambore, musik musik dan gerakan kepramukaan. Peran media doharpan dapat hingga pelosok indonesia

 

Wakil presiden RI

Irjen Pol M. Iqbal, S. I. K., M. H. Sikap dan perilaku yang dijiwai oleh rasa cinta kepada negara. Ancaman yang perlu diperhatikan dalam bela negara adalah ancaman fisik seperti yang sering terjadi saat ini. Seperti terorisme. Pekerja media adalah orang orang yang bekerja dengan media. Pekerja media juga harus menekan adanya hoax dan menaati kode etik jurnalistik, itu merupakan bentuk bela negara yang dilakukan oleh pekerja media.

 

Selain melakukan workshop mengenai bela negara, acara ini juga meninjau pameran anggrek dan UMKM
-Khinanti Wulan
Muh Rosikhuddin
Melaporkan dari Museum Dirgantara Yogyakarta-